Minggu, 28 April 2019

Project 1 tentang open source Linux



Linux adalah salah satu Operating System (OS), sama seperti Windows. Linux merupakan sistem operasi yang OPENSOURCE, artinya linux dapat dilihat source codenya, dimodifikasi, dan dikembangkan oleh siapa saja. Asas Linux bermula daripada proses pengembangan UNIX yang mana merupakan implementasi bebas dari POSIX, multi-tasking, vitual memory, shared libararies, demand loading, proper memory management, dan multi user.
Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan   gcc (GNU C Compiler).
Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows  9.x/NT/2000/ME). Linux mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat.        
           
1.      Gratis, tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memilikinya.
2.      Banyak aplikasi windows yang juga ada di OS Linux.
3.      Bisa dual mode.
4.      Lebih stabil dan jarang lag.
5.      Memiliki komunitas diseluruh dunia.
6.      Pengaman virus lebih unggul.
7.      Terdapat banyak pilihan seperti Centos, Fedora, Ubuntu, OpenSuse, dll. 

IGOS Nusantara atau bisa disingkat dengan IGN adalah system operasi dengan perangkat lunak legal, handal dan tanpa membayar lisensi untuk penggguna di Indonesia. IGN dikembangkan oleh pusat penelitian Informatika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia bersama dengan komunitas. IGN secara konsisten dikembangkan sejak tahun 2006. Setiap tahun dikeluarkan versi baru.  IGOS Nusantara dilengkapi dengan berbagai perangkat lunak baru. Kamel sebagai inti dari system operasi pada IGN telah menggunakan kernel Linux yang mutakhir. IGN X.0 telah memakai kernel Linux versi 3.17.3. 3.

    1.4  Kelebihan IGOS Nusantara
1.      Pengembangan yang konsisten, tiap tahun tersedia versi baru.
2.      Pengembangan dilakukan oleh LIPI bersama komunitas open source Indonesia.
3.      Mengunakanan bahasa Indonesia.
4.      Tampilan (grafik, ikon, kertas dinding) bernuansa Indonesia o Beberapa versi IGOS Nusantara telah disertakan/bundle di majalah, tabloid computer.
5.      Tersedia server repository yang terhubung di IIX.
6.      Tersedia beragam media untuk bantuan ke pengguna: milis, Forum, Wiki, Buku Panduan, Surat Elektronik dan lain-lain.

1)      Processor Intel, AMD, Cyrix dengan kecepatan setara Pentium IV atau diatasnya.
2)      RAM minimum 512 MB (disarankan >= 1GiB).
3)      Hard disk kosong minimum 8 GiB (disarankan >= 80 GiB).
4)      Tersedia CD atau DVD ROM.
5)      VGA dengan RAM 4 GB (disarankan >= 16 MiB).
6)      LAN card atau WiFi untuk koneksi internet.
7)      Monitor/LCD dengan resousi minimum 1024x600.
8)      Keyboard, mouse, dan perangkat pendukung lainnya.

3.      PANDUAN INSTALLASI LINUX (IGOS NUSANTARA)


1)     Untuk melakukan installasi LINUX pertama yang kita lakukan adalah buka  mesin virtual. Disini saya menggunakan Oracle VM VirtualBox untuk installasi IGOS Nusantara. Setelah itu pilih menu Baru maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Isikan “Nama” (terserah), “Tipe” (disini saya pilih Linux) dan terakhir isi “Versi” (Saya memilih Other Linux (64-bit)). Setelah terisi semua maka pilih Lanjut.


    2)   Setelah pilih Lanjut” disebelumnya maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini yaitu tampilan untuk mengatur banyaknya memori yang akan digunakan dalam MB untuk dialokasikan ke mesin virtual. Kemudian pilih “Lanjut”.
 

     3)    Selanjutnya akan muncul tampilan dibawah ini yaitu membuat hard disk virtual ke mesin baru dengan memilih “Buat hard disk virtual sekarang”  dan pilih “Buat”.



     4)      Kemudian atur tipe berkas yang ingin dipakai pada hard disk virtual baru. Disini Saya memilih “VDI (VirtualBox Disk Image)” dan pilih “Lanjut”.

      5)      Atur penyimpanan hard disk fisik apakah virtual baru mesti tumbuh ketika dipakai (dialokasikan secara dinamik) atau mesti diciptakan pada ukuran maksimumnya (ukuran tetap). Disini saya memilih “Dialokasikan secara dinamik” dan pilih “Lanjut”.

      6)      Atur lokasi dan ukuran berkas dengan memberi nama berkas hard disk virtual baru atau klik pada ikon folder untuk memilih folder lain. Dan pilih ukuran image hard disk virtual dalam MB untuk batas banyaknya berkas yang dapat disimpan oleh mesin virtual pada hard disk. Disini saya memberi nama “Igos” dan memberi ukuran image hard disk virtual sebanyak “11GB”dan pilih “Buat”.

      7)    Setelah dibuat maka akan muncul mesin virtual yang telah kita buat tadi yang saya beri nama “Igos”. Kemudian atur penyimpanan di pengaturan pengaturan “Igos” dengan cara pilih “Penyimpanan”, pilih “Kosong”, pilih “IDE Master Sekunder” pada Drive Optik dan pilih ikon disamping dengan memilih “Pilih Berkas Disk Optik Virtual” dan pilih “OK”.

      8)      Setelah itu akan muncul tampilan seperti dibawah ini dan pilih file ISO Igos nya dan “Open”.





    9)     Jika sudah maka penyimpanannya akan berubah menjadi file ISO yang telah kita pilih tadi. Setelah itu pilih “OK”. 


    10)      Setelah penyimpananya sudah diatur maka kita bisa pilih ikon “Mulai”.

    11)     Setelah itu akan muncul tampilan seperti dibawah ini dan pilih nomer “1. Boot IGOS Nusantara LiveDVD32” makan akan terjadi proses booting.


     12)      Selanjutnya akan mucul tampilan desktop mesin virtual IGOS Nusantara yang telah kita buat tadi seperti gambar dibawah ini. Kemudian pilih “Pasang ke Hard disk”.  


    13)      Setelah kita pilih “Pasang ke Hard disk” maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Kemudian pilih ”Ya, buang semua data”.



     14)      Setelah kita buang semua data maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Disini saya pilih yang pertama karena mesin hanya memasang single OS dan semua ruang akan digunakan. Kemudian CheckboxPakai VLM”, “Enkripsi sistem” dan “Lihat kembali dan modifikasi tata letak partisi” dihilangkan dan pilih “Selanjutnya”.


    15)      Setelah itu proses pemasangan hard disk akan berjalan. Pada proses installasi ini akan menyalin live image ke hard drive serta pemasanga paket dak konfigurasi. Proses ini cukup lama tergantung spesifikasi yang digunakan. 



    16)      Setelah selesai maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini yang memberikan informasi bahwa “IGOS Nusantara” telah selasai dan pilih “boot ulang”.

     17)      Setelah di boot ulang maka akan muncul tampilan desktop seperti di awal.


1)  Pertama yang kita lakukan untuk main game adalah klik menu “aplikasi”, pilih “Permainan” dan pilih game yang kalian inginkan. Disini saya memainkan game “PyChess”.


2)  Setelah itu akan muncul tampilan seperti dibawah ini dan kita pilih “Star Game”.


3)  Setelah kita “Star Game” makan akan muncul tampilan seperti dibawah ini dan kita bisa memulainya untuk memainkannya.


1)  Klik menu “aplikasi” kemudian pilih “internet” dan pilih internet yang kalian inginkan. Disini saya menggunakan “Google Crhome”.


2)  Setelah itu maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Dimana tampilan ini seperti crhome umumnya di windows. Kemudian ketikan atau pilih sesuatu yang ingin kalian cari. Contoh disini saya membuka youtube.


3)   Setelah itu akan muncul tampilan dari youtube dan kita sudah bisa menontonnya seperti dibawah ini.


1)      Pertama kita pilih menu “Sistem”, pilih “Preferensi” dan pilih “Penampilan”.


2)    Selanjutnya kita pilih gambar yang diinginkan. Maka secara otomatis background akan terganti.


3)    Dan menjadi seperti ini tampilannya.


1)   Pilih ikon “LibreOfice”. Setelah itu akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Dan pilih salah satu “LibreOffice” yang ingin digunakan. Disini saya “LibreOffice Writer”.


2)  Kemudian akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Dan kita sudah bisa mulai membuatnya.


3)      Setelah itu pilih “File” lalu “Save As”.


4)  Kemudian simpan di tempat yang diinginkan dan beri nama. Disini saya menyimpannya di “Desktop” dan “Save”.


5)   Maka akan muncul dokumen yang kita buat tadi di “Desktop”.
                                     

1)      Pilih ikon “cmd” setelah itu akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Dan anda bisa melakukan perintah yang diinginkan. 
                 

1)      Perintah id untuk menampilkan daftar nama user yang dipakai.

2)      Perintah uname untuk memampilkan nama sistem operasi.


3)      Perintah hostname untuk menampilkan nama mesin dari linux kita.


4)      Perintah users untuk menampilkan nama mesin virtual yang kita buat.


5)      Printah date untuk menampilkan hari, bulan, tanggal, jam dan tahun ini.


6)      Perintah cal untuk menampilkan bulan dan tahun sekarang.


7)      Perintah w untuk menampilkan dafar nama user pada linux.


8)      Perintah who untuk menampilkan user yang aktif.


9)   Perintah whoami untuk menampilkan nama users yang aktif.


10)  Perintah clear untuk membersihkan perintah-perintah sebelumnya seperti dibawah ini.



11) Perintah uptime untuk menampilkan berapa user yang sedang aktif.


12) Perintah file * untuk menampilkan beberapa direktori yang ada.


13) Perintah nano (nama file) untuk memanipulasi data. Setelah itu akan muncul seperti tampilan pada urutan dibawah ini. Ketikan sesuatu, simpan dengan f3 dan enter. Lalu keluar dengan ctrl+x.






14)  Perintah ls untuk menampilkan daftar file atau direktori pada Linux.


15)  Perintah ls –a menampilkan semua file termasuk yang tersembunyi dengan tanda titik di depannya dan tersusun dari A-Z.


16)  Perintah ls –f untuk menampilkan informasi file atau daftar direktori.


17) Perintah ls –l untuk menampilkan beberapa hak akses pada file atau direktori dengan keterangan user atau grupnya.


18)  Perintah file (nama file)  untuk melihat jenis dari file tersebut.


19)  Perintah cat (nama file) untuk melihat isi dari file tersebut tanpa harus membukanya.


20)  Perintah cp (nama file) untuk meng-copy atau menggandakan file.


21)  Perintah mkdir (nama file baru) untuk membuat direktori baru.
1)      06-Linux_v.2.3_Handout.pdf



1 komentar: